Apa itu Aset? Ini karakteristik dan Klasifikasinya

Aset adalah istilah yang diartikan menjadi beberapa definisi oleh beberapa subjek. Definisi pertama datang dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa aset merupakan kekayaan berupa uang atau wujud benda lainnya yang nyata.

Sedangkan Wikipedia, menyatakan aset merupakan salah satu saldo normal debit atau sumber ekonomi yang sifatnya memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

Dalam dunia akuntansi, istilah aset kerap kali disebutkan terutama jika berbicara mengenai penyusunan laporan keuangan. Keberadaan aset dinilai begitu penting karena dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan.

Karakteristik Aset

Karakteristik dari aset menjadi suatu pembeda dari beberapa hal lain. Berikut beberapa karakteristik dari aset.

  • Aset memiliki manfaat ekonomi yang dapat diperoleh pada suatu hari di hari yang mendatang
  • Aset dikuasai atau dikendalikan oleh perusahaan
  • Aset adalah hasil dari transaksi atau peristiwa yang terjadi di masa lalu

Klasifikasi Aset

Berdasarkan klasifikasinya, aset terbagi menjadi tiga jenis yang mana masing-masing kelompok memiliki kategori lagi di dalamnya. Adapun klasifikasi aset sebagai berikut:

  1. Konversi

Klasifikasi pertama mengacu pada kemampuan aset untuk dikonversikan menjadi uang tunai. Dalam poin ini Anda akan mengenal aset tetap dan aset lancar. Apa beda keduanya?

Aset lancar

Dilihat dari likuiditasnya, aset lancar tergolong memiliki likuiditas tinggi, sehingga pemiliknya dapat dengan mudah menjual atau menukarnya demi menambah pundi-pundi rupiah. Contoh dari aset lancar adalah:

  • Deposito
  • Tagihan piutang
  • Surat berharga
  • Saham
  • Saldo bank

Aset tetap

Aset ditetap juga dikenal sebagai aset tidak lancar atau aset keras. Berbeda dengan poin sebelumnya, aset tetap bersifat tidak likuid alias sulit ditukar menjadi uang. Kalaupun bisa, prosesnya biasanya membutuhkan waktu lama. Contoh aktiva tetap yaitu:

  • Merek dagang
  • Tanah
  • Bangunan
  • Mesin
  • Eksistensi Fisik

Seperti penjelasan sebelumnya, fisik aktiva tidak selalu berupa barang, namun ada juga aktiva yang tidak memiliki wujud. Dari sini kemudian aktiva dibedakan lagi menjadi aktiva berwujud dan aktiva tidak berwujud. 

Aset berwujud

  • Perlengkapan kantor
  • Mesin
  • Bangunan
  • Tanah
  • Uang tunai

Aset tidak berwujud

  • Hak paten
  • Merek dagang
  • Hak sewa
  • Franchise
  • Penggunaan

Klasifikasi aktiva berdasarkan penggunaan memudahkan pebisnis untuk menentukan aset-aset mana saja yang digunakan selama kegiatan operasional sehari-hari dan mana yang tidak. Adapun contoh dari aset operasional dan non-operasional adalah sebagai berikut:

Aset operasional

  • Mesin
  • Uang tunai
  • Paten
  • Hak cipta

Aset non-operasional

  • Surat berharga
  • Hasil dari investasi 

Leave a Reply

Your email address will not be published.