Apa itu Inflasi? Ini dia penyebab dan dampaknya!

Kalian pasti pernah melihat ataupun merasakan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok maupun barang di pasar secara terus menerus. Sebagai contoh sayur mayur seperti cabai yang harganya terus merangkak naik, nah lonjakan harga tersebut bisa disebabkan karena musim kemarau yang Panjang sehingga produksi menurun sementara permintaan masyarakat cukup tinggi. Kenaikan harga cabai tersebut bisa menjadi penyumbang inflasi.

Inflasi secara sederhana diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.

Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Contoh inflasi

Sebagai contoh Roti, di tahun 2007 dengan uang Rp 100.000 kita dapat membeli 20 Roti, namun di 2012 uang Rp 100.000 hanya bisa membeli 14 Roti, dan di tahun 2017 uang Rp 100.000 hanya cukup membeli 8 Roti.

PENYEBAB INFLASI
Inflasi tidak semata-mata terjadi begitu saja, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

  • Demand atau Meningkatnya Permintaan

Meningkatnya jumlah permintaan atau demand pada suatu jenis barang tertentu. Saat permintaan naik, namun stok atau suplai terbatas, pasti akan terjadi lonjakan harga.  

  • Meningkatnya Biaya untuk Produksi

Biaya produksi sebuah barang atau jasa mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan harga bahan baku maupun upah pekerja. Dari situlah, produsen akan mengambil tindakan mengerek harga jual barang atau jasa.

  • Tingginya Peredaran Uang

Saat jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi. Ketika jumlah uang yang ada di masyarakat meningkat hingga dua kali lipat, harga barang pun akan mengalami peningkatan yang setara. Hal ini disebabkan karena kenaikan daya beli masyarakat, tetapi stok barang tetap statis.


Bagi Para Pembaca yang tertarik dan ingin menjadi Ahli di Bidang Pasarmodal bisa meneruskan pendidikan Sarjana S1nya di Universitas MH Thamrin AKA. Kampus ini dengan jurusan Analisefek Pasarmodal telah menghasilkan lebih dari 10 angkatan lulusan yang memiliki Sertifikasi WPPE dan WMI. Lulusan UMHTAKA terserap di perusahaan pasarmodal berkat kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di WHATSAPP 081808555445 dan juga Instagram @kampuscepatkerja

Leave a Reply

Your email address will not be published.