Hati-hati, ini dia ciri Saham Gorengan!

Saham gorengan? Apa ada saham yang bisa digoreng? Terus bisa dimakan ngga kayak gorengan?  Sudah banyak orang yang memahami apa saham gorengan, bahkan pelaku pasar modal sudah sangat familiar dengan istilah ini. Tetapi tidak dapat dipungkiri masih banyak orang yang merasa asing dengan istilah ini.

Yupp, istilah ini biasa kita temui untuk mendefinisikan saham yang harganya naik dan turun dalam waktu yang singkat. Harga jual gorengan meskipun murah, namun lebih tinggi dibandingkan  harga bahan bakunya, karena telah melewati proses menggoreng.

Seperti halnya saham gorengan, harganya dapat naik tinggi. Kenaikan harga ini pun kita sebut dengan istilah ‘menggoreng saham’. Aktivitas menggerakkan harga saham dan menaikkan harganya ini umumnya dilakukan oleh bandar saham dengan kepentingan tertentu.

Jadi, apa saja ciri-ciri saham gorengan ini?

  1. Memiliki kapitalisasi pasar yang kecil

Saham gorengan umumnya memiliki kapitalisasi pasar yang tergolong kecil, biasanya di bawah Rp1 Triliun. Dengan nilai pasar yang kecil, maka bandar saham pun dapat dengan mudah menggerakkan harganya.

  • Volume Transaksi yang Tidak Stabil

Saham gorengan yang tidak populer umumnya memilki antrian bid-offer yang kecil. Selain itu antriannya pun memiliki selisih harga yang sangat jauh. Karena hal inilah, maka saham ini seringkali memiliki fluktuasi harga yang tajam dan mudah dimainkan harganya.

  • Volatilitas Harga yang Tidak Beraturan

Saham gorengan sering memberi kejutan untuk para investor. Pasalnya, seperti tahu bulat, saham jenis ini sering digoreng dadakan, harganya bisa tiba-tiba naik, bisa juga tiba-tiba turun.

  • Pergerakan Harga Tidak Didukung Fundamental Perusahaan

Seringkali pergerakan harga tidak sesuai dengan kinerja fundamentalnya. Saham ini justru seringkali harganya bergerak naik dan turun secara drastis hingga batas auto reject bursa. Hal ini tentunya mengundang kekhawatiran bahwa ada yang mempermainkan pergerakan harganya. Karena itu saham ini pun sering dikenakan suspend oleh bursa efek.

Itulah sekilas pembahasan mengenai saham gorengan. Tentunya, apabila Anda adalah investor pemula dan ingin investasi Anda aman, sebaiknya menghindari saham jenis ini.

Bagi Para Pembaca yang tertarik dan ingin menjadi Ahli di Bidang Pasarmodal bisa meneruskan pendidikan Sarjana S1nya di Universitas MH Thamrin AKA. Kampus ini dengan jurusan Analisefek Pasarmodal telah menghasilkan lebih dari 10 angkatan lulusan yang memiliki Sertifikasi WPPE dan WMI. Lulusan UMHTAKA terserap di perusahaan pasarmodal berkat kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di WHATSAPP 081808555445 dan juga Instagram @kampuscepatkerja

Leave a Reply

Your email address will not be published.