Ini faktor dan dampak Deflasi!

Pernah mendegar istilah “Inflasi”?, nah Deflasi adalah lawan dari Inflasi, factor dan dampaknya berbanding terbalik.

Deflasi merupakan, sebuah keadaan di mana harga barang terus-menerus turun dalam waktu yang singkat. Penurunan barang ini umumnya diiringi dengan turunnya upah para pekerja. Salah satu indikator yang d digunakan untuk mengukur tingkat deflasi ialah Indeks Harga Konsumen (IHK).

Ada dua jenis Deflasi, yaitu Deflasi Strategis dan Deflasi Sirkulasi

  1. Deflasi Strategis

Deflasi strategis merupakan deflasi yang timbul karena adanya penetapan kebijakan mengenai pengendalian gejala konsumsi berlebihan. Kondisi ini diyakini dapat menekan kenaikan harga produk di pasaran.

Kebijakan-kebijakan oleh pemerintah nyatanya tidak dapat menekan konsumsi berlebihan pada masyarakat, justru menyebabkan penurunan harga yang justru meningkatkan konsumsi masyarakat.

  • Deflasi Sirkulasi

Deflasi ini disebabkan oleh kondisi yang tidak stabil dalam kondisi perekonomian. Berlangsung dalam transisi kondisi ekonomi stabil ke ekonomi merosot membuat kondisi ini cukup meresahkan.

Deflasi sirkulasi muncul karena konsumsi dan daya produksi dalam suatu negara tidak lagi menunjukkan keseimbangan. Hal ini menyebabkan harga produk mengalami kemerosotan di pasaran pada resesi ekonomi.

Kondisi ini diawali dengan penurunan signifikan terhadap kebutuhan masyarakat pada barang ekonomis yang menimbulkan harga menurun drastis. Salah satu yang menyebabkan hal ini terjadi adalah produksi barang yang serupa dalam jumlah yang berlebihan.

Deflasi terjadi bukan tanpa sebab, namun ada beberapa Faktor Penyebabnya, seperti:

  • Menurunnya jumlah peredaran atau persediaan uang di masyarakat.
  • Meningkatnya permintaan suatu barang.
  • Permintaan akan suatu barang menurun sedangkan produksi tetap dilakukan, sehingga menyebabkan penurunan harga barang tersebut dan menurunnya pengeluaran.

Meskipun Deflasi menurunkan harga barang dan jasa, tapi hal itu justru berdampak negative pada perekonomian:

  • Banyaknya pengangguran. Ketika harga barang dan jasa mengalami penurunan, maka keuntungan perusahaan juga akan mengalami penurunan. Sehingga mau tidak mau sebagian perusahaan mungkin akan memotong biaya pengeluaran dengan cara memberhentikan para pekerjanya.
  • Terjadinya spiral deflasi, merupakan efek domino yang disebabkan oleh setiap deflasi yang tumpang tindih. Penurunan harga dapat mengakibatkan produksi menurun. Produksi yang mengalami penurunan tersebut dapat menyebabkan gaji yang lebih rendah. Gaji yang lebih rendah dapat menyebabkan penurunan permintaan, yang akan berimbas penurunan harga. Kemudian putaran umpan balik negatif ini terus berlanjut dan dapat memperburuk situasi ekonomi.

Contoh Deflasi yang pernah terjadi seperti;

  1. Harga Komoditas Anjlok di Romania

Tahun 2008 lalu tepatnya setelah terjadi krisis finansial secara global, negara Eropa mengalami deflasi yang cukup parah. Salah satu negara di Eropa yang menerima dampak yang cukup besar dari deflasi adalah Rumania yang biasanya memiliki kondisi ekonomi yang stabil.

Deflasi yang dialami oleh Romania pada tahun 2016 lalu bahkan mencapai angka 3,6%. Penyebab utama dari deflasi adalah karena produksi minyak mentah yang melimpah pada saat itu.

Banyak negara yang berlomba-lomba memproduksi minyak mentah untuk diolah menjadi bahan bakar untuk keperluan industri. Produksi minyak secara berlebihan itu justru membuat harga minyak mentah anjlok dan berimbas pada harga komoditas di Romania pun ikut anjlok.

  • Jepang Terjebak dalam Spiral Deflasi Selama 30 Tahun

Meskipun menjadi negara yang memiliki berbagai teknologi rupanya tidak dapat menghindarkan Jepang dari deflasi. Sejak tahun 1989 tepatnya suku bunga dinaikkan oleh Bank of Japan. Dari tahun tersebut pertumbuhan ekonomi Jepang melambat bahkan tidak mencapai 2%. Hal ini menyebabkan produktivitas pekerja menurun dan kegemaran masyarakat menabung.

  • Penurunan Harga Komoditas Makanan dan Bumbu-Bumbu di Indonesia

Pada akhir tahun 2019 lalu, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,27% pada bulan September. Hal ini terjadi karena sejumlah besar komoditas makanan dan bumbu-bumbu seperti ayam, cabai merah, cabai rawit dan telur mengalami penurunan harga. Tercatat ada 82 kota di Indonesia yang mengalami kondisi yang sama.


Bagi Para Pembaca yang tertarik dan ingin menjadi Ahli di Bidang Pasarmodal bisa meneruskan pendidikan Sarjana S1nya di Universitas MH Thamrin AKA. Kampus ini dengan jurusan Analisefek Pasarmodal telah menghasilkan lebih dari 10 angkatan lulusan yang memiliki Sertifikasi WPPE dan WMI. Lulusan UMHTAKA terserap di perusahaan pasarmodal berkat kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di WHATSAPP 081808555445 dan juga Instagram @kampuscepatkerja

Leave a Reply

Your email address will not be published.