Inilah perbedaan Saham dan Reksadana!

Meski dua produk investasi ini sudah sering didengar, namun masih banyak yang binggung memilih antara berinvestasi saham atau berinvestasi pada reksadana. Walaupun sama-sama di pasar modal, namun terdapat perbedaan antara membeli saham secara langsung maupun dengan reksa dana. Mengenai perbedaan keduanya, Ini dia perbedaanya.



1. Pengelolaan dana

Pada investasi saham dikelola langsung oleh Investor, maka kita harus menyiapkan waktu untuk memantau pasar saham, dan paham analisa saham.

Sedangkan pada investasi reksadana, dana akan dikelola oleh Manajer Investasi, sehingga tidak perlu banyak waktu untuk memantau pasar saham

2. Tingkat risiko dan return

Investasi saham memang memberikan return yang cukup tinggi, namun perlu diingat “High Risk High Return”. Keuntungan yang besar diikuti oleh risiko yang besar pula

Sedangkan reksadana lebih rendah dibandingkan dengan saham, “Low Risk Low Return”, dengan risiko yang kecil membuat investor lebih tenang.

3. Modal yang diperlukan

Tidak bisa dipastikan berapa modal awal yang diperlukan untuk berinvestasi saham, ini dikarenakan harga saham setiap perusahaan berbeda-beda. Mulai dari Rp 50 hingga Rp 40.000 per lotnya, Namun, Anda perlu mengetahui bahwa untuk membeli saham Anda harus membeli minimal 1 lot. Dalam 1 lot berisi 100 lembar saham.

Sementara untuk Modal awal berinvestasi pada Reksadana bisa memulai dengan Rp 100 ribu, tentu sangat terjangkau, bukan?

4. Pajak

Pada investasi saham, jika Anda melakukan penjualan saham, Anda harus membayar pajak sebesar 0,1 persen dari nilai penjualan. Sementara untuk dividen, Anda akan dikenalkan pajak sebanyak 10 persen.

Beda halnya dengan reksa dana. Anda tidak perlu membayar pajak. Namun, jangan lupa untuk melaporkan keuntungan yang Anda peroleh dalam SPT setiap tahunnya.

Kesimpulannya

Investasi pada saham dan reksadana sama-sama memiliki risiko, karena dalam investasi ada istilah “High Risk High Return” dan “ Low Risk Low Return”.

Untuk yang tidak memiliki banyak waktu dan sulit untuk menentukan keputusan jual atau beli, Investasi Reksadana adalah pilihan yang tepat.

Namun jika bisa menganalisa saham dan mengetahui sistematisnya, saham bisa menjadi pilihan yang tepat.

Reksadana dan Saham diibaratkan seperti kendaraan, Reksadana memiliki supir bernama Manajer Investasi dan kita sebagai penumpangnya, laju cepat/lambat mobil diatur oleh Manajer Investasi, dan sebagai penumpang kita harus membayar jasa supir tersebut.

Namun pada saham, kita sebagai supirnya, tentu kita tidak memerlukan supir/jasa orang lain. Sehingga keuntungan hanya untuk kita.

Jadi, pilihlah sesuai dengan profile masing-masing, Saham ataupun reksadana, yang terpenting mulailah berinvestasi!


Bagi Para Pembaca yang tertarik dan ingin menjadi Ahli di Bidang Pasarmodal bisa meneruskan pendidikan Sarjana S1nya di Universitas MH Thamrin AKA. Kampus ini dengan jurusan Analisefek Pasarmodal telah menghasilkan lebih dari 10 angkatan lulusan yang memiliki Sertifikasi WPPE dan WMI. Lulusan UMHTAKA terserap di perusahaan pasarmodal berkat kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di WHATSAPP 081808555445 dan juga Instagram @kampuscepatkerja

Leave a Reply

Your email address will not be published.