Mengenal Defisit dan Surplus Kas

Suatu anggaran dalam rumah tangga, perusahaan, atau negara dapat mengalami surplus maupun defisit, tergantung dari besarnya penerimaan dan pengeluaran. Pasti Anda sering mendengar kedua istilah tersebut, sebab sering dihadapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Apa itu Surplus?

Surplus adalah suatu kondisi dimana tingkat pendapatan atau pemasukan yang diterima melebihi pengeluaran belanja.

Surplus kas memberikan perusahaan banyak pilihan untuk menginvestasikan uang yang dimilikinya. Perusahaan mampu membayar tagihannya tepat waktu bahkan mudah berinvestasi

Surplus kas = Total pemasukan  – Total pengeluaran, hasilnya selalu positif. Semakin besar nilainya maka  makin tinggi kas yang kini sedang dianggurkan

Dampak surplus kas

– Surplus kas memberikan perusahaan banyak pilihan untuk menginvestasikan uang yang dimilikinya. Perusahaan mampu membayar tagihannya tepat waktu bahkan mudah berinvestasi

– Kepercayaan investor akan semakin tinggi apabila laporan keuangan perusahaan selalu menunjukkan surplus kas

– Mata uang neraca tersebut akan semakin kokoh posisinya

– Kondisi perekononomian akan cenderung membaik

– Harga dari berbagai produk yang diekspor akan menjadi lebih tinggi sehingga devisa negara akan meningkat

– Tingkat daya saing produk ekspor menurun

Sedangkan Defisit

Apa itu Defisit?

Defisit sendiri secara singkat dapat diartikan sebagai kurangnya kas dalam keuangan. Sementara itu, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), defisit berarti kekurangan dalam anggaran belanja.

Jika sebuah negara sampai mengalami defisit, bisa dibilang pengeluaran pemerintah lebih banyak daripada pendapatan mereka. Untuk menutupi kekurangan ini, pemerintah harus memaksimalkan pendanaan dari sumber keuangan negara, baik itu dari dalam negeri atau luar negeri. Indonesia pernah mengalami defisit, yang menyebabkan pemerintah harus meminjam uang dari Bank Indonesia sebagai bank sentral untuk menutupi pengeluaran yang berlebih.

Defisit kas = Total pemasukan – Total pengeluaran, hasilnya selalu negatif. Semakin tinggi minusnya maka makin tidak sehat kondisi kas yang Anda miliki

Dampak Defisit Kas

Mata uang negara akan cenderung melemah

– Terjadi inflasi diman harga dari berbagai produk yang diimpor akan lebih mahal

– Suku bunga acuan dinaikkan

– Investasi asing yang masuk berpotensi meningkat karena nilai mata uangnya melemah

– Harga berbagai produk ekspor akan lebih kompetitif sehingga volume ekspor akan mengalami peningkatan

– Menyebabkan perusahan tidak bisa memberikan gaji karyawan, membayar hutang atau membeli bahan baku secara tunai

– Penurunan tingkat kesempatan kerja karena terjadi penuruan tingkat investasi sehingga jumlah pengangguran bertambah

– Jika hal ini dibiarkan terus-menerus kondisi ekonomi akan semakin memburuk.

Pada pengamatan melalui surplus dan defisit inilah yang akan tahu apakah pengelolaan dana sudah dilakukan dengan baik atau tidak.


Bagi Para Pembaca yang tertarik dan ingin menjadi Ahli di Bidang Pasarmodal bisa meneruskan pendidikan Sarjana S1nya di Universitas MH Thamrin AKA. Kampus ini dengan jurusan Analisefek Pasarmodal telah menghasilkan lebih dari 10 angkatan lulusan yang memiliki Sertifikasi WPPE dan WMI. Lulusan UMHTAKA terserap di perusahaan pasarmodal berkat kerjasama dengan perusahaan tersebut.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di WHATSAPP 081808555445 dan juga Instagram @kampuscepatkerja

Leave a Reply

Your email address will not be published.